
Banda Aceh, 4 Maret 2026 – Tim Analis Kebijakan dari Pusjar SKMK LAN RI melaksanakan audiensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh pada Selasa (4/3) bertempat di Kantor BPS Aceh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan rencana pelaksanaan survei resiliensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi situasi krisis bencana.
Audiensi tersebut dipimpin oleh Tyas Wahyu Fadhilla selaku Ketua Tim Analis Kebijakan LAN bersama anggota tim. Kehadiran tim Analis Kebijakan disambut oleh Kepala Bagian Umum BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, beserta Tim Statistisi dari BPS Aceh.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pendalaman pemahaman terkait aspek konseptual dan metodologis dalam perancangan survei, termasuk penentuan variabel, penyusunan instrumen, teknik sampling, serta pengolahan dan analisis data. Penguatan metodologi menjadi krusial agar survei yang dirancang memiliki validitas, reliabilitas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dalam sambutannya, perwakilan BPS Aceh menyampaikan apresiasi atas inisiatif LAN dalam mengembangkan instrumen pengukuran resiliensi ASN. BPS menekankan pentingnya kejelasan definisi operasional, kerangka konseptual yang kuat, serta kesesuaian antara tujuan survei dan desain metodologi. Selain itu, BPS juga berbagi praktik baik dalam pelaksanaan survei berskala daerah, termasuk strategi mitigasi bias responden dan pengendalian kualitas data.
Sementara itu, Ketua Tim Analis Kebijakan, Tyas Wahyu Fadhilla, menyampaikan bahwa survei resiliensi ASN ini dirancang untuk memetakan kapasitas individu dan organisasi ASN dalam menghadapi situasi krisis, khususnya bencana alam yang memiliki risiko tinggi di wilayah Aceh. Hasil survei diharapkan menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan penguatan manajemen talenta, sistem kerja adaptif, serta strategi peningkatan kapasitas ASN berbasis risiko.
“Penguatan ketahanan birokrasi menjadi agenda strategis, terutama di daerah rawan bencana. Kami ingin memastikan bahwa desain survei ini tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan secara kebijakan,” ujar Tyas.
Melalui audiensi ini, kedua institusi sepakat untuk membuka ruang kolaborasi lanjutan, khususnya dalam pendampingan teknis penyusunan instrumen dan validasi metodologi. Sinergi antara LAN dan BPS diharapkan dapat menghasilkan survei yang kredibel serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam penguatan resiliensi ASN.