Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur IV Lembaga Administrasi Negara

Kajian & Inovasi

Tim Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara PKP2A IV LAN

Tim KKIAN (Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara PKP2A IV LAN)

 

Profil KKIAN


Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara (KKIAN) merupakan suatu unit kerja yang mempunyai tugas melakukan kajian dan Penyusunan Kebijakan Nasional Tertentu Di Bidang Administrasi Negara; Pengkajian Administrasi Negara Di Bidang Kebijakan Reformasi Administrasi, Desentralisasi Dan Otonomi Daerah, Sistem Administrasi Negara Dan Hukum Administrasi Negara; Pengembangan Inovasi Administrasi Negara Di Bidang Tata Pemerintahan, Pelayanan Publik Serta Kelembagaan Dan Sumber Daya Aparatur.

Secara garis besar, kegiatan Bidang KKIAN meliputi (1) Kajian Kebijakan, (2) Inovasi Administrasi, (3) Advokasi & Perkonsultasian.

KKIAN menyelenggarakan kajian kebijakan yang berkualitas di bidang ketatalaksanaan, kelembagaan, sumber daya manusia dan pelayanan. Kajian dilaksanakan melalui kegiatan APBN dan juga Non-APBN dalam bentuk kerjasama dengan pemerintah daerah. 

Bidang KKIAN menyelenggarakan advokasi dan perkonsultasian untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pemerintah dalam rangka akselerasi reformasi birokrasi di daerah. Adapaun materi advokasi dan perkonsultasian yang menjadi core competencies adalah Analisis Jabatan, Evaluasi Jabatan, Analisa Beban Kerja, Standar Operasional Prosedur, Standar Pelayanan, SAKIP, Penataan Kelembagaan, Renstra, Road Map RB, dll

Selain kegiatan kegiatan utama diatas, Bidang KKIAN juga melaksanakan kegiatan-kegiatan tambahan lainnya antara lain penerbitan dan publikasi Jurnal Transformasi Administrasi (JTA) dan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Kelitbangan (Rakornas). Jurnal Transformasi Administrasi (JTA) merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan PKP2A IV LAN Aceh. Jurnal ini memuat tulisan ilmiah baik bersifat hasil kajian konseptual atau penelitian empirik pada isu-isu penyelenggaraan dan pembangunan administrasi negara secara luas. Sedangakan Rakornas Kelitbangan merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan mengkonsolidasi lembaga kelitbangan Sesumatera dengan mengangkat isu strategis yang sedang berkembang.

Inovasi KKIAN “DUEK PAKAT (Diskusi Eksplorasi Perkembangan Administrasi Ketatanegaraan)”


Latar Belakang

Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara PKP2A IV LAN memiliki  tugas dan fungsi  melakukan pengkajian terhadap berbagai kebijakan dibidang Administrasi Negara,  baik dalam penataan organisasi, penataan  manajemen sumber daya manusia aparatur, penguatan sistem pengawasan dan akuntabilitas, peningkatan kualitas pelayanan maupun  ikut dalam upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Dalam menjalankan fungsinya, PKP2 A IV, tentu menghadapi banyak permasalahan maupun hambatan. Sebagai sebuah kampus yang melahirkan pemimpin perubahan, tentu tidak hanya terfokus pada pelaksanaan diklat semata, namun perlu melakukan kajian-kajian yang secara substansial dapat melahirkan rekomendasi brilian untuk kebijakan yang berpihak pada perubahan dalam lingkup Administrasi Negara. Untuk itu, dibutuhkan upaya maupun strategi percepatan untuk mencapai hasil yang optimal.

Salah satu strategi dalam menghadapi kendala baik karena keterbatasan sumber daya maupun persaingan adalah dengan melakukan Inovasi. Inovasi  dalam konteks administrasi negara, merupakan proses memikirkan dan mengimplentasikan suatu kebijakan oleh penyelenggara negara untuk memenuhi kepentingan publik yang memiliki unsur kebaharuan serta kemanfaatan.

Untuk memetakan berbagai persoalan yang terkait dengan penyelenggaraan administrasi Negara, dibutuhkan wadah dalam menghimpun multistakeholder yang disebut “Duek pakat”. Duek pakat yang awalnya sering dilakukan di Meunasah, balai desa oleh Geuchik, Tuha Peut, Tuha Lapan maupun Aparatur gampong ini bertujuan membangun forum musyarah untuk menyelesaikan, menyepakati dan menetapkan isu atau permasalahan disekitar desa. Karenanya, forum Duek pakat yang kita gagas dalam konteks Forum komunikasi ini bersifat informal dengan metode  diskusi  bebas dan bermusyawarah untuk mencapai kata sepakat dalam menyelesaikan isu terkait. Kata duek pakat digunakan sebagai motivasi terhadap potensi kearifan lokal yang meski masih belum banyak ditemukan dalam referensi umum, namun telah menjadi perilaku budaya yang disepakati dalam kehidupan masyarakat Aceh. Pada akhirnya kita berharap, forum yang rencananya dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini akan menjadi forum yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan di daerah dengan menghasilkan rekomendasi yang sesuai harapan masyarakat.

Tujuan:

Adapun tujuan dari pembentukan forum Duek Pakat ini adalah sebagai berikut:

  • Untuk memetakan/mengidentifikasi isu/persoalan yang terkait dengan Administrasi Negara.
  • Untuk membangun forum musyarah/mufakat dalam menyelesaikan isu-isu/permasalahan tersebut.
  • Untuk mempertahankan khazanah kebudayaan Aceh yang sejak lama telah berkembang dalam kehidupan  masyarakat Aceh.

Manfaat :

Adapun manfaat yang didapat dari pembentukan forum “Duek Pakat” ini adalah sebagai berikut:

  • Sebagai wadah/media untuk berbagi/sharing informasi antar stakeholder
  • Dapat menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Daerah dalam pengambilan kebijakan.
  • Dapat meningkatkan kompetensi SDM di internal PKP2A IV LAN.

Tahapan Pelaksanaan Inovasi (waktu dan proses)

Ada beberapa tahapan pelaksanaan yang perlu dilakukan untuk kelancaran kegiatan ini. Adapun tahapan-tahapannya meliputi:

  • Menentukan metode pelaksanaan
  • Pelaksanaan duek pakat dilakukan dengan diskusi dan sharing informasi terkait isu-isu strategis yang berkembang.
  • Target awal pelaksanaan dilakukan per triwulan dengan target group diskusi yaitu pemerintah baik eksekutif dan legislatif, LSM (lembaga swadaya masyarakat), akademisi dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sesuai dengan isu strategis yang sedang dibahas.
  • Melakukan identifikasi isu-isu strategis. Setelah isu teridentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menentukan jadwal dan tempat pelaksanaan.
  • Menetapkan jadwal dan tempat kegiatan. Pada tahapan ini, pihak penyelenggara mengirimkan undangan kepada stakeholder yang berkepentingan sesuai dengan isu strategis yang dibahas.
  • Forum duek pakat. Pada forum ini dilakukan diskusi dan sharing informasi yang berkaitan dengan isu strategis serta kemudian dilakukan perumusan hasil duek pakat sesuai dengan notulensi. Hasil perumusan duek pakat tersebut dapat dikembangkan menjadi opini yang dipublikasikan di media massa sebagai bentuk kontribusi rekomendasi kebijakan kepada pemerintah baik di daerah maupun pusat.

Output

Output yang diharapkan adalah :

  • Membentuk forum group discussionyang akan melahirkan rekomendasi untuk pemerintah baik di daerah maupun pusat.
  • Memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya pegawai PKP2A IV LAN dan mitra kerja di bidang administrasi negara yang parstisipatif.
  • Menjadi media transfer pengetahuan (transfer knowledge).