Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur IV Lembaga Administrasi Negara

Diklat

Inovasi Bidang Diklat Aparatur: Sistem Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri (SPK-DM)


Latar Belakang

Lembaga Administrasi Negara (LAN), sebagai institusi pembina pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN), senantiasa berupaya untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan dan pelatihan (Diklat) Aparatur.  Dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran Diklat, LAN melakukan tiga hal, yaitu: Pertama, menetapkan standar kualitas (standard quality), dengan menetapkan pedoman dan kurikulum pendidikan dan pelatihan bagi ASN. Kedua, untuk menjamin pelaksanaan Diklat ASN  sesuai dengan standar yang telah ditetapkan tersebut, LAN juga menetapkan jaminan kualitas (quality assurance). Hal ini diwujudkan melalui peraturan akreditasi dengan berbagai kegiatan akreditasi dan sertifikasi pada lembaga-lembaga penyelenggara Diklat; konsultasi dan fasilitasi tentang penyelenggaraan Diklat; pembinaan widyaiswara; review serta pengembangan materi dan kurikulum dan beberapa kegiatan lainnya. Selanjutnya yang ketiga, LAN juga melakukan pengendalian kualitas (quality control) yang dilakukan dengan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga penyelenggara Diklat PNS.

Dari ketiga hal yang dilakukan oleh LAN tersebut, quality control atau pengendalian kualitas adalah kegiatan yang paling sedikit dilakukan. Pedoman pengendalian kualitas yang secara komprehensif memuat berbagai aspek kinerja Diklat hingga saat ini belum ada.

Pengendalian kualitas yang dilakukan LAN masih terbatas pada pendekatan input-process-output, belum mencakup pada outcome, impact, bahkan benefit. Sehingga keberhasilan sebuah penyelenggaraan Diklat hanya dapat dinilai pada saat Diklat berlangsung. Bagaimana pemanfaatan alumni Diklat tidak dapat diketahui secara pasti. Hal ini menyebabkan keraguan sejumlah pihak, seperti instansi pengguna (user) alumni Diklat terhadap kemanfaatan suatu Diklat. Sehingga Diklat belum diprioritaskan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan kualitas SDM. Oleh karena itu pengendalian kualitas Diklat perlu dilakukan secara lebih lanjut lagi dengan memperhatikan unsur lain, seperti outcome.

Sebagai langkah awal dalam membangun sistem pengendalian kualitas Diklat, kegiatan evaluasi pasca diklat bagi alumni Diklat perlu dilakukan secara spesifik dan terfokus. Evaluasi pascadiklat bagi alumni Diklat diharapkan mampu mengukur kapasitas diklat dalam menciptakan alumni yang mempunyai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan.

Kegiatan evaluasi pasca Diklat (Post Training Evaluation) merupakan sarana untuk mengukur dan menilai capaian hasil Diklat yang telah direncanakan secara obyektif, sehingga dapat ditentukan tingkat keberhasilan suatu Diklat. Hasil ini selanjutnya akan menjadi umpan balik untuk merencanakan kembali penyelenggaraan diklat di masa mendatang dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja alumni Diklat. Evaluasi pascadiklat dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang efektifitas hasil Diklat di lingkungan kerja.

Dalam melakukan evaluasi pascadiklat, diperlukan sebuah perencanaan, tujuan, sasaran dan instrumen yang akan digunakan agar menghasilkan sebuah analisa dan kesimpulan yang baik untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran. Namun demikian sedikit sekali informasi yang diperoleh LAN, bahwa setiap Lembaga Diklat selalu melakukan evaluasi pascadiklat mengingat keterbatasan waktu dan tenaga serta padatnya kegiatan Diklat sepanjang tahun.  Oleh karena itu LAN c.q PKP2A IV LAN sebagai institusi yang secara formal memiliki kewenangan melakukan pembinaan Diklat aparatur di daerah, memandang penting dan perlu untuk melakukan sebuah terobosan (inovasi) dalam kegiatan evaluasi pascadiklat dengan menyusun instrumen yang akan dilaporkan oleh alumni Diklat secara berkala dan dalam waktu tertentu setelah mengikuti Diklat, dengan judul  “Sistem Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri (SPK-DM)”.

Tujuan

Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk merumuskan instrumen dalam melakukan evaluasi pasca untuk membangun Sistem Pengendalian Kualitas Diklat alumni Diklat Aparatur.

Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dengan dilakukannya kegiatan ini adalah memberikan kemudahan bagi lembaga penyelenggara Diklat dalam melakukan evaluasi pascadiklat sehingga diharapkan kualitas alumni Diklat  dapat terus ditingkatkan.

Tahapan Pelaksanan Inovasi (waktu dan proses)

  1. Membangun Sistem Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri melalui penyusunan Instrumen evaluasi pasca Diklat. (1 bulan)
  2. Pelaksanaan Ujicoba Instrumen Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri. (1 bulan)
  3. Evaluasi Instrumen Ujicoba dan penyempurnaan Instrumen. (1 bulan)
  4. Menggunakan Sistem Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri pada Diklat yang akan, dan sedang berlangsung (3 bulan)
  5. Mengusulkan untuk ditetapkannya Sistem Pengendalian Kualitas Diklat Mandiri sebagai instrumen Pengendalian Kualitas Diklat Aparatur (6 bulan)

Output

  1. Tersusunnya suatu instrumen evaluasi pascadiklat sebagai sistem pengendalian kualitas alumni Diklat, yang memuat instrumen-instrumen dan cara pengukurannya.
  2. Alumni Peserta Diklat secara otomatis akan memiliki kewajiban menyampaikan evaluasi pasca Diklat  secara berkala dan waktu tertentu sesuai dengan yang diinginkan lembaga Diklat/alumni Peserta Diklat.